JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan pesepak bola nasional
Isnan Ali menilai Liga Pabrik bisa menjadi ajang pembinaan yang
berpotensi memunculkan pesepak bola berbakat dan berdaya saing.
"Ajang
seperti ini sangat bagus. Karena itu, saya hadir di sini untuk
memberikan motivasi agar mereka bisa menjadi pesepak bola profesional.
Saya yakin, beberapa pemain ini memiliki talenta potensial," ujar Isnan
Ali, dalam pembukaan Liga Pabrik, di Lapangan Porci, Tangerang, Minggu
(17/11/2013).
Liga Pabrik diikuti 500 tim dari lima kota di
Indonesia, yaitu Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Kompetisi dijadwalkan selesai pada Februari 2014.
Pemain
merupakan karyawan-karyawan perusahaan, antara lain PT Cocoa, PT Agung
Dian, PT Bumi Tanggerang, PT Misindo Utama, PT Wihadi, PT Gajah Tunggal.
Tim yang tampil di Liga Pabrik diperbolehkan menggunakan maksimal tiga
pemain asing dan dilatih oleh pelatih berlisensi PSSI.
"Sehingga,
mereka tidak hanya berkutat pada rutinitas pekerjaan saja, melainkan
mampu menyalurkan hobi dan kreasi melalui kompetisi sepak bola. Bahkan,
saya percaya, banyak dari mereka yang sebenarnya memiliki kemampuan
sangat bagus, hanya tidak memiliki kesempatan yang semestinya," ujar
General Manager M-150 Aswan Nasution.
"(Keberadaan pemain asing
dan pelatih berlisensi PSSI) tentunya semakin memanaskan persaingan dan
membuat kompetisi semakin berkualitas. Tidak hanya produktif di dalam
pekerjaan, tetapi juga bisa berprestasi bagi perusahaan. Harus diakui,
spirit tersebut yang melekat dalam kompetisi ini," terang Aswan.
Setelah
pembukaan, pertandingan Liga Pabrik akan digelar di Lapangan Kawasan
Industri Bekasi dan Lapangan Pindad, Bandung, pada 30 November 2013 dan
di Lapangan Karang Ayu dan Lapangan Kebon Sari Manunggal pada 14
Desember 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar