Minggu, 17 November 2013

Menakjubkan, Setelah Lahir Bayi Kembar Ini Tetap Berpelukkan






KOMPAS.com – Pelukan menerjemahkan kasih sayang dan dukungan, memberikan efek yang menenangkan, menimbulkan rasa percaya diri serta dipercaya mampu menguatkan daya tahan tubuh. Mereka yang terlahir kembar, sudah lebih dulu merasakan khasiat pelukan saat masih berada dalam kandungan ibunda.
Pengalaman seorang perawat di Perancis, Sonia Rochell, membuktikan pernyataan tersebut. Awalnya, Rochell ingin menampilkan teknik memandikan bayi tanpa menggunakan sabun. Kebetulan bayi peraga yang terpilih terlahir kembar, dan sebuah pengalaman pemandangan luar biasa pun terjadi selama proses syuting berlangsung.
Ketika Rochell merendam tubuh mereka ke dalam bak berisi air, dua bayi kembar ini tetap saling berpelukkan, seolah tak ingin terpisah. Kemudian saat tiba tahap membilas kepala, yang dilakukan secara bergantian, bayi kembar ini mengganti pelukkan dengan sentuhan menyerupai gerakkan memegang.
Sekarang, video yang telah diunggah ke laman YouTube ini telah disaksikan oleh ribuan penonton dari seluruh dunia. Metode memandikan bayi yang didemonstrasikan oleh Rochell, mengedepankan teknik membelai dan memijat tubuh bayi dengan lembut di dalam bak dan pancuran air bertekanan ringan, selama 10 hingga 15 menit.
Meskipun diunggah ke laman media sosial, video ini merupakan materi promosi perawatan Baby Spa terbaru di klinik miliknya. Dan tidak direkomendasikan untuk para ibu mempraktekkannya sendiri di rumah tanpa pengawasan terapis profesional. Rochell sendiri, menemukan metode ini setelah bertahun-tahun bekerja sebagai perawat khusus bayi yang baru lahir di Clinique de la Muette di Paris.
Setelah menyaksikan video ini, seorang ibu berkomentar, “Lewat video yang menampilkan metode unik memandikan bayi, akhirnya malah menggambarkan bagaimana kehidupan bayi kembar saat masih dalam janin. Mereka saling berpelukkan, saling berpegangan, begitu nyaman. Mungkin mereka merasa masih berada di dalam perut bunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar