JAKARTA, KOMPAS.com - Persipura Jayapura membenarkan
telah mengirimkan surat permohonan pengembalian pelatih tim nasional
Indonesia, Jacksen F Tiago kepada Badan Tim Nasional (BTN). Namun,
Persipura akan lebih dulu melihat keputusan PSSI apakah setuju
mengembalikan pelatih asal Brasil tersebut.
Adanya surat
permohonan tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), La
Nyalla Matalliti, Senin (18/11/2013). Persipura meminta Jacksen
dikembalikan karena sesusai dengan kontrak awal peminjaman Jacksen untuk
membesut timnas senior Indonesia.
Jacksen sendiri saat ini
tengah fokus menangani timnas yang akan menghadapi Irak pada matchday
kelima kualifikasi Grup C Piala Asia 2015, Selasa (19/11/2013).
Persipura pun berharap agar Jacksen tetap fokus bersama skuad Merah
Putih pada laga tersebut.
"Jangan nanti dianggap Jacksen tidak
sepenuh hati melatih timnas. Lebih baik kita sampaikan ke PSSI bagaimana
dan tadi kita juga sudah sampaikan ke Bapak La Nyalla juga," ungkap
Manajer Persipura, Rudi Maswi di Jakarta, Senin petang.
"Pertandingan
menyisakan melawan Arab Saudi dan itu masih lama. Tadi, dengar-dengar
itu (permohonan pengembalian Jacksen) tidak akan menggangu persiapan
timnas, jadi kalah tidak mengganggu saya rasa tidak ada masalah. Jadi,
biar PSSI yang memutuskan," tambahnya.
Jacksen sendiri
belakangan ini gencar diberitakan akan hijrah ke salah satu klub divisi
dua China, Tianjin Sonjiang. Namun, pelatih asal Brasil itu hingga saat
ini belum ingin berkomentar karena mengaku akan fokus untuk menghadapi
Irak.
Rudi mengatakan, pihaknya masih berharap Jacksen bisa
memperpanjang kontraknya bersama Persipura. Namun, ia juga mengaku tidak
masalah jika pelatih berusia 45 tahun itu benar-benar memutuskan untuk
hijrah ke China.
"Mudah-mudahan (diperpanjang), kami lagi
komunikasi. Tetapi, kalau misalnya dia mau ke China atau bagaimana,
komunikasi kan selalu dijaga. Dia pergi bukan karena masalah apa-apa,
tetapi dia hanya mau cari suasana baru. Tetapi, kita akan berkomunikasi
terus," kata Rudi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar