JAKARTA, KOMPAS.com - Asisten pelatih tim nasional Irak, Karim Salman, mengaku tidak akan meremehkan Indonesia yang bakal menjadi lawan di matchday
keempat kualifikasi Grup C Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung
Karno, Jakarta, Selasa (19/11/2013). Pasalnya, ia menilai, performa
Indonesia saat ini sudah menunjukkan perkembangan bagus.
Irak
saat ini masih menempati peringkat ketiga klasemen sementara Grup C
dengan poin tiga dari total empat pertandingan. Sementara, Indonesia
masih berada di posisi buncit dengan perolehan poin satu dari hasil tiga
kali kalah dan satu kali imbang.
Di pertemuan pertama, Irak
berhasil menang 1-0 atas Indonesia melalui gol semata wayang Younis
Mahmoud di Stadion Al-Rashid, Dubai, pada 6 Februari 2013. Namun, Salman
menilai hasil laga itu tidak bisa dijadikan patokan kekuatan Indonesia
di pertemuan kali ini.
"Saya pikir akan berbeda dengan
pertandingan pertama karena atmosfer, iklim dan fans akan memengaruhi
jalannya laga. Indonesia juga akan bermain di kandang dan kualitas tim
berbeda karena mereka telah berkembang dengan baik," ujar Salman saat
jumpa pers di Jakarta, Senin (18/11/2013).
Salman mengungkapkan,
pada pertandingan tersebut Irak akan menurunkan beberapa pemain muda.
Namun, hal itu bukan berarti meremehkan Indonesia karena Irak saat ini
memang tengah fokus kepada perkembangan pemain muda negaranya.
"Tim
ini mempunyai enam hingga tujuh pemain muda. Ini adalah bentuk dari
upaya menambah pengalaman mereka karena pada Piala Dunia U-20, Irak
berada di peringkat keempat. Jadi, ini bagus untuk menambah pengalaman
internasional mereka," kata Salman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar