KOMPAS.com -Bencana alam empasan supertopan Haiyan
menyisakan masalah kesehatan di Filipina. Oleh karena itu, Departemen
Kesehatan Filipina menggencarkan vaksinasi di pusat-pusat pengungsian.
Program ini fokus di daerah-daerah terlanda topan tersebut.
Menurut warta AP pada Rabu (20/11/2013), epidemi penyakit
gampang menyerang masyarakat dengan wilayah yang minim sarana air
bersih. "Sampai kini memang belum ada wabah. Tapi, kami memilih
mengintensifkan vaksinasi campak, tetanus, polio oral, dan rabies," kata
Menteri Kesehatan Filipina Enrique Ona.
Tak cuma itu, Ona pun
mengumumkan pembangunan kembali fasilitas kesehatan yang luluh-lantak di
Visayas Timur. "Saya mengimbau sektor swasta dan lembaga swadaya
masyarakat untuk memberikan sumber daya dan personel yang akan mengatasi
kesenjangan serius dalam infrastruktur, peralatan dan tenaga
kerja,"katanya.
Lebih dari 10 juta orang di 10.560 desa pada 44
provinsi terkena dampak supertopan Haiyan atau yang dikenal dengan nama
lokal Yolanda, yang melanda negara itu pada 8 November.
Ada
3.990.000 penduduk mengungsi dan dilayani baik di dalam maupun di luar
pusat-pusat evakuasi. Mayoritas pusat pengungsian berada di provinsi
terparah Leyte dan Samar Timur .
Korban tewas akibat supertopan
Haiyan telah meningkat menjadi 3.982 pada Selasa, kemarin. Kini jumlah
korban luka membengkak menjadi 18.267 orang, menurut angka yang
dikeluarkan oleh pemerintah Filipina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar