SAO PAULO, KOMPAS.com - Red Bull Racing tidak mau
merasa bersalah karena telah mendominasi musim balap Formula 1. Pebalap
Red Bull, Sebastian Vettel sudah memastikan diri sebagai juara dunia
musim ini setelah finis pertama di GP India, akhir Oktober lalu.
Pebalap
Jerman tersebut menjuarai 12 seri musim ini, dan delapan di antaranya
didapat secara beruntun, sejak GP Belgia hingga GP Amerika Serikat,
akhir pekan lalu.
Dominasi Vettel dan Red Bull ini dinilai telah
membuat banyak penggemar Formula 1 menjadi "bosan". Bahkan pebalap
Mercedes, Lewis Hamilton, pernah berujar bahwa dominasi Vettel membuat
penonton F1 tertidur di depan televisi, meski kemudian diralat.
Bos
Red Bull, Christian Horner menyebut kondisi seperti ini bergantung dari
bagaimana tim rival bisa melakukan pekerjaan lebih baik, sehingga
persaingan di F1 bisa jadi lebih menarik.
"Kami bersaing di
kejuaraan dengan peraturan yang sama dengan tim lain," ujar Horner.
"Kami melakukan pekerjaan terbaik yang kami bisa lalu membandingkan tim
kami dengan melawan tim pesaing, setiap dua pekan."
"Ini tidak
bergantung pada kami untuk membantu tim lain meraih sukses. Fokus kami
adalah pada diri kami sendiri. Kami tidak marasa bersalah terhadap fakta
bahwa kami telah meraih banyak kemenangan."
Setelah memenangi GP
AS di Austin akhir pekan kemarin, Vettel mengingatkan timnya untuk
tidak merasa puas dengan hasil fantastis yang mereka dapatkan. Dia juga
mengingatkan timnya untuk menikmati setiap momen sukses mereka, karena
hal ini tidak akan bertahan selamanya.
"Dalam olahraga, baik itu
Roger Federer, atau Ferrari, atau Williams, atau McLaren, menjalani masa
sebagai orang atau tim yang dominan," tambah Horner. "Pada titik
tertentu itu akan berakhir. Lalu kamu harus berusaha dan mencoba lagi."
"Sebastian
benar. Penting bagi kami untuk menikmati momen seperti ini karena ini
adalah kemenangan ke-46 kami dan sangat mudah untuk menjadi puas. Kamu
harus menikmati setiap momen," tutup Horner.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar